• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

Rabu, 04 Maret 2020

Pola Makanan Sehat Masyarakat

Tips Pola Makan Sehat

Suci Rahmawani
(1911212008)
Ilmu Kesehatan Masyarakat A2
Dosen Pengampu : Aulia Rahman. SKM,MKM.
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas




Assalamualaikum semuaaa
Ada info menarik nih,yang sayang banget dilewatin,Kali ini kita akan membahas bagaimana tips pola gizi yang baik oleh ahli,Mohon dibaca dan dipahami .:)

Tips Mengonsumsi Makanan sesuai Anjuran Ahli Gizi
Untuk memasyarakatkan pola makan sehat, ahli gizi tak hanya bisa ditemui langsung, mereka juga sering kali dimintai pendapat dalam berbagai majalah, tabloid, atau situs kesehatan. Berikut adalah beberapa saran ahli gizi tentang makanan sehat dan cara terbaik dalam mengonsumsinya:
  • Menambah asupan protein
Pola makan yang dianjurkan oleh ahli gizi yang pertama adalah menambah asupan protein. Protein berperan sebagai salah satu pondasi utama tubuh untuk membentuk otot, kulit, hormon, dan hampir semua sel dan jaringan pada sistem organ tubuh. Selain itu, sumber makanan berprotein tinggi juga bermanfaat dalam menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan karena makanan berprotein tinggi dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga massa otot dan pembakaran lemak bertambah, serta membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, bukan hanya menurunkan berat badan, tetapi juga dapat menjaga berat badan ideal.
Kebutuhan harian akan protein yang direkomendasikan adalah sekitar 46 gram untuk wanita dan 56 gram untuk pria. Adapun sumber makanan yang mengandung protein antara lain telur, daging tanpa lemak, oatmeal, susu, brokoli, kacang lentil, dan beberapa makanan laut seperti ikan dan udang.
  • Konsumsi lemak baik
Pola makan kedua yang dianjurkan oleh ahli gizi adalah mengonsumsi lemak sehat. Ada dua jenis lemak yang baik untuk tubuh yaitu lemak yang disebut lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda seperti asam lemak omega-3. Menurut penelitian, kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) darah dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Asupan harian lemak sehat yang direkomendasikan yakni antara 44 - 77 gram per hari. Adapun sumber makanan yang mengandung lemak baik antara lain alpukat, kacang-kacangan seperti kacang almond dan kacang mete, minyak sayur seperti minyak zaitun dan minyak canola, selai kacang, ikan salmon, tahu, dan kacang kedelai.
  • Pilih karbohidrat kompleks
Selain protein dan lemak sehat, unsur gizi anjuran ahli gizi yang perlu Anda konsumsi adalah karbohidrat kompleks. Ada dua jenis karbohidrat, yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Dari keduanya, yang disarankan untuk dikonsumsi adalah karbohidrat komplek. Seperti halnya protein, karbohidrat kompleks merupakan sumber energi untuk tubuh. Dalam karbohidrat kompleks juga terkandung vitamin, mineral dan serat.
Nasi, pasta, roti, kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, brokoli, wortel, apel, dan pisang adalah contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk kesehatan tubuh.
  • Menambahkan yoghurt saat mengonsumsi buah
Yoghurt mengandung protein hewani, kalsium, kalium, zinc, vitamin B2, B12, dan magnesium. Si asam ini juga kaya akan bakteri baik (probiotik) yang diduga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyehatkan pencernaan.
Yoghurt diduga mampu mengatasi diare pada anak-anak, dan memperlancar percernaan. Agar yoghurt lebih nikmat, Anda bisa sajikan yoghurt dengan potongan buah segar seperti stroberi, nanas, atau taburi dengan flaxseed. Hindari yoghurt yang mengandung pemanis tinggi dan pilihlah yoghurt yang kaya kandungan vitamin D-nya.
  • Jangan lupakan pentingnya serat
Serat merupakan salah satu unsur gizi penting yang dianjurkan oleh ahli gizi. Serat sangat baik untuk memelihara kesehatan pencernaan terutama usus Anda. Beberapa jenis serat juga dapat mendukung program penurunan berat badan, menurunkan gula darah, dan memerangi konstipasi.
Asupan harian serat yang direkomendasikan adalah 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria. Beberapa contoh makanan yang mengandung serat tinggi antara lain buah pir, storberi, apel, pisang, buah bit, brokoli, lentil, sereal, bubur gandum, pop corn, kacang almond, biji chia, dan ubi manis.
  • Makanan yang perlu dihindari
Beberapa ahli gizi menyarankan untuk tidak terlalu banyak dan terlalu sering mengonsumsi daging olahan seperti hot dog, daging asap, sosis; kopi yang dicampur gula; margarin; kue atau camilan kemasan, makanan kaleng; atau sereal yang ditambah gula. Mengapa? Karena makanan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), diabetes, dan penyakit ginjal. Berbagai makanan cepat saji juga merupakan makanan yang perlu dibatasi.
Beberapa tips sehat dari ahli gizi juga bisa diterapkan dalam keseharian Anda, misalnya memilih asupan karbohidrat yang baik, pilih makanan yang mengandung lemak sehat dan hindari lemak jenuh. Perbanyak asupan serat baik dari sayuran, buah-buahan (terutama yang berwarna cerah), atau dari gandum utuh.
Batasi minuman dengan pemanis, sebagai gantinya, Anda bisa minum susu atau jus buah segar. Batasi asupan makanan yang asin atau banyak mengandung garam.
Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi ke dokter gizi untuk mendapatkan program langkah penanganan gizi yang sesuai.

Cara mudah mengatur pola makan sehat untuk masyarakat



Ada cara mudah dan jitu dalam menerapkan pola makan sehat di kehidupan sehari-hari. Dengan niat dan ketekunan, niscaya pola makan sehat akan efektif bantu mengecilkan perut dan membakar lemak-lemak tubuh yang berlebih.
1. Karbohidrat bukanlah musuh
Banyak orang menganggap karbohidrat sebagai ‘setan pengganggu’ dalam menjalankan pola diet. Faktanya, tubuh tetap membutuhkan karbohidrat untuk sumber tenaga. Saran terbaik untuk mengonsumsinya adalah memilih sumber karbohidrat berkadar glukosa rendah namun memiliki serat tinggi, seperti beras merah dan gandum, sebagai bagian dari pola makan harian.

2. Pilih sumber protein yang tepat
Telur dan daging putih adalah sumber protein yang paling disarankan karena memiliki kandungan protein tinggi serta berbagai zat aktif alami lainnya yang bermanfaat bantu dorong pembakaran lemak lebih maksimal.
3. Sangat dianjurkan merancang pola makan sehat
Jangan pernah berpikir diet mengekang pola makan, melainkan justru sebagai panduan dalam meramu berbagai makanan menjadi sebuah komposisi sehat. Selain itu, pola makan sehat juga mencakup pengaturan jam makan yang lebih banyak dengan takaran yang disesuaikan untuk mendapat manfaat terbaik dari sumber pangan sekaligus memberikan rasa kenyang yang nyaman.

4. Tambah porsi sayuran Anda
Awali kebiasaan mengonsumsi sayuran sehat melalui jenis-jenis yang paling mudah diterima, seperti bayam, wortel, dan brokoli. Bagaimana dengan kentang? Sebaiknya dikurangi, karena kentang sebenarnya bukan termasuk sayuran, melainkan umbi yang mengandung cukup banyak karbohidrat. Sangat disarankan bertahap menambah porsi sayuran hijau dan kaya protein serta mineral di sela-sela pengaturan pola makan Anda.
5. Kurangi konsumsi MSG
Banyak yang berkata bahwa makanan kurang nikmat jika tanpa penyedap rasa atau MSG. Padahal penyedap rasa juga dapat diperoleh dari bahan alami, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, cabai, dan banyak rempah lainnya yang kaya rasa sekaligus menyehatkan. Tinggal di negara dengan kekayaan rempah melimpah, seharusnya Anda tidak kesulitan menemukan penyedap rasa alami.
6. Pelajari sinyal lapar Anda
Belum tentu ketika perut keroncongan adalah tanda lapar, bisa jadi hanya karena terlalu banyak gas di saluran pencernaan, khususnya lambung, sehingga membuat perut Anda seolah menjerit minta makan. Jika Anda membiasakan diri makan dalam pola jam yang telah diatur, tubuh pun perlahan akan menyesuaikannya.
7. Ngemil sehat
Semua orang senang ngemil, jadi mengapa harus dihindari? Justru Anda perlu mengubah camilan yang Anda konsumsi, dari yang biasanya asin gurih dan manis, menjadi camilan yang lebih alami, seperti kacang-kacangan atau buah. Untuk jenis kacang-kacangan, sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi yang memiki kandungan minyak tinggi, seperti kacang tanah.

8. Minum air putih secara teratur
Teratur minum air putih berperan penting dalam menyeimbangkan kebutuhan hidrasi tubuh dan menjaga stabilitas nafsu makan. Selain itu, minum air putih secara teratur juga bermanfaat untuk bantu membersihkan usus dari ‘sampah’ yang berisiko mengganggu lancarnya saluran pencernaan.

9. Ingat selalu tujuan sehat Anda
Jangan pernah melupakan apa tujuan Anda berupaya meraih perut kecil nan sempurna. Selain sehat, tentunya Anda juga ingin terlihat menawan dalan berpenampilan. Untuk itu, Anda bisa menempelkan reminder di berbagai gadget Anda tentang pola makan sehat. Semakin Anda serius dan konsisten dalam melaksanakan pola makan yang sehat, maka akan semakin cepat pula efek maksimal yang Anda raih.

Untuk info lebih lanjut,tonton vidio berikut ini :)


Sekian terimakasih,semoga bermanfaat :)
sumber:
https://www.alodokter.com/perhatikan-anjuran-makanan-dari-ahli-gizi-berikut
https://iradiofm.com/cara-mudah-mengatur-pola-makan-sehat/

Sabtu, 23 November 2019

Menjaga Kesehatan Reproduksi remaja



Pentingnya Pengetahuan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja

Suci Rahmawani
(1911212008)
Ilmu Kesehatan Masyarakat A2
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas


Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc



Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama pada remaja. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah orang yang berusia 12 hingga 24 tahun. Masa remaja merupakan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Artinya, proses pengenalan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sebenarnya sudah dimulai pada masa ini. Secara sederhana, reproduksi berasal dari kata “re” yang berarti kembali dan “produksi” yang artinya membuat atau menghasilkan.

Reproduksi bisa diartikan sebagai proses kehidupan manusia dalam menghasilkan kembali keturunan. Karena definisi yang terlalu umum tersebut, seringnya reproduksi hanya dianggap sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Alhasih, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah tersebut pada remaja. Padahal, kesehatan reproduksi, terutama pada remaja merupakan kondisi sehat yang meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi.

Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja.

Nyatanya peran orangtua merupakan satu hal yang penting dalam edukasi seksual pada remaja. Apalagi saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang bisa menyerang remaja “salah pergaulan” tersebut. Mulai dari ancaman HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat karena melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat mengambil tindakan aborsi.


Mengapa Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Sangat Penting?

Pada dasarnya, remaja perlu memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan.

Pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. Sebab, anak laki-laki juga harus mengetahui serta mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki pula. Lantas pengetahuan dasar apa saja yang perlu diketahui remaja?

Pengenalan terhadap sistem, proses, serta fungsi alat reproduksi. Usahakanlah untuk menyampaikan informasi sesuai dengan usia dan kesiapan anak. Tapi sebaiknya hindari penggunaan istila-istilah tertentu yang malah bisa mengaburkan makna dan membuat anak tidak mengenal dengan pasti masalah reproduksi.
Risiko penyakit. Aspek ini juga sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada remaja yang sudah beranjak dewasa. Dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi, remaja tentu akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksi.
Kekerasan seksual dan cara meghindarinya. Remaja perlu dikenalkan dengan hak-hak reproduksi yang ia miliki. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan tentang kekerasana seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara mencegahnya terjadi.

Menjaga kesehatan reproduksi tentu lebih mudah jika kesehatan tubuh terjaga seluruhnya. Agar lebih sehat, pastikan untuk menerapkan pola makan sehat, olahraga, serta konsumsi vitamin tambahan.



Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) ter-masuk HIV/AIDS, serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual.



Mengapa Kesehatan Reproduksi Remaja Sangat Penting?

Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis.

Di negera-negara berkembang masa transisi ini berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda daripada usia ideal menikah (Kiragu, 1995:10, dikutip dari Iskandar, 1997).

Pengaruh informasi global (paparan media audio-visual) yang semakin mudah diakses justru memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiaasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman berakohol, penyalahgunaan obat dan suntikan terlarang, perkelahian antar-remaja atau tawuran (Iskandar, 1997). Pada akhirnya, secara kumulatif kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantarkan mereka pada kebiasaan berperilaku seksual yang berisiko tinggi, karena kebanyakan remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk kontrasepsi.

Kesehatan Reproduksi

Kebutuhan dan jenis risiko kesehatanreproduksi yang dihadapi remaja mempunyai ciri yang berbeda dari anak-anak ataupun orang dewasa. Jenis risiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain adalah kehamilan, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), ke-kerasan seksual, serta masalah keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Risiko ini dipe-ngaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, yaitu tuntutan untuk kawin muda dan hubungan seksual, akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan jender, kekerasan seksual dan pengaruh media massa maupun gaya hidup.

Khusus bagi remaja putri, mereka kekurangan informasi dasar mengenai keterampilan menegosiasikan hubungan seksual dengan pasangannya. Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan pendidikan formal dan pekerjaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka untuk menunda perkawinan dan kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki (FCI, 2000). Bahkan pada remaja putri di pedesaan, haid pertama biasanya akan segera diikuti dengan perkawinan yang menempatkan mereka padarisiko kehamilan dan persalinan dini (Hanum, 1997:2-3).

Kadangkala pencetus perilaku atau kebiasaan tidak sehat pada remaja justru adalah akibat ketidak-harmonisan hubungan ayah-ibu, sikap orangtua yang menabukan pertanyaan anak/remaja tentang fungsi/proses reproduksi dan penyebab rangsangan seksualitas (libido), serta frekuensi tindak kekerasan anak (child physical abuse).

Mereka cenderung merasa risih dan tidak mampu untuk memberikan informasi yang memadai mengenai alat reproduksi dan proses reproduksi tersebut. Karenanya, mudah timbul rasa takut di kalangan orangtua dan guru, bahwa pendidikan yang menyentuh isu perkembangan organ reproduksi dan fungsinya justru malah mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah (Iskandar, 1997).

Kondisi lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, dan kondisi tindak kekerasan sekitar rumah tempat tinggal juga berpengaruh (O’Keefe, 1997: 368-376).

Cara menjaga organ reproduksi, diantaranya:

  • Pakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembab.
  • Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat
  • Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari
  • Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidakmasuk ke dalam organ reproduksi.
  • Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agarmencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan risiko kanker penis.

Sekian informasi yang saya beri,semoga bermanfaat :)